Kamis, 01 November 2012

Buku Rahasia Dendam Israel

Judul Buku :Rahasia Dendam Israel; Jejak Berdarah Israel di Palestina dan Dunia Arab
Pengarang :Aguk Irawan MN
Ukuran :14x21cm, 246 Halaman
Harga SC:Rp 75,000
Deskripsi:
Sejarah Israel adalah sejarah kekerasan. Inilah satu-satunya negara di dunia yang secara sistematis memproklamirkan diri sebagai bangsa yang menempuh segala cara, terutama cara kekerasan, untuk mencapai tujuannya. “Kuasai atau hancurkan sekalian” adalah doktrin yang sangat terkenal dan dianut oleh para petinggi pemerintahan Israel.
Buku ini menjelaskan secara detil bagaimana kisah dan fakta kekerasan yang pernah dilakukan Israel di dunia Arab. Diungkap juga deretan pembantaian tak beradab seperti pembantaian Qabiyyah menewaskan sekitar 2.000 orang; Shabra Shatilla, menewaskan lebih dari 12.000 warga Palestina; Pembantaian Kafr Qasim menewaskan 49 buruh kerja; Pembantaian di Masjid Ibrahim di Hebron selama 10 menit menewaskan 24 orang; Pembantaian Qana, menewaskan 100 orang; Pembantaian Gaza dalam serangan 22 hari menewaskan 1300 orang dan 5000 lebih lainnya terluka, dan pembantaian Deir Yasin yang menewaskan seluruh warga kampung itu, 600 orang, di tangan dua kelompok teroris Israel, yaitu Al-Alghun (Irgun) dan Stierien.
Semakin menarik, karena buku ini juga mengupas sejarah zionisme, asal-muasal bangsa Israel sejak zaman pra-Islam hingga kini, dan sejarah Yerusalem dalam pandangan Islam, Kristen, dan Yahudi.

------------------------------------------------------

“Agresi Israel sungguh biadab. Para pemimpinnya harus diseret ke pengadilan militer internasional.”
Suripto, Wakil Ketua Komisi III DPR-RI.
“Israel telah melakukan kejahatan perang yang luar biasa. Karena itu, Israel harus diseret ke Mahkamah Internasional.”
Kelompok Hak Asasi Internasional
“Israel harus dicap sebagai bangsa teroris karena kejahatan perangnya di Gaza.” Bashar Asad, Presiden Syria.
“Gaza bagaikan kamp konsentrasi besar.”
Kardinal Martino, tangan kanan Paus Benecditus, Vatikan.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar